Senin, 03 Januari 2022

tes seleksi dan level c2 (contoh)

 1. Tes seleksi merupakan jenis tes yang bertujuan untuk menyeleksi atau memilih calonpeserta yang memenuhi syarat untuk mengikuti suatu program. Tes seleksi biasanya diadakan jika jumlah peminat yang akan mengikuti suatu program. Melebihi dari yang dibutuhkan. Tes seleksi dapat dilaksanakan secara tertulis, wawancara atau keduanya (Amirono & Daryanto, 2016 :97)

Contoh:  Di sebuah PTN diadakan penerimaan mahasiswa baru FITK jurusan PGSD. Dari kuota sebanyak 200 mahasiswa ternyata pendaftar mencapai 1790 mahasiswa, maka dilakukanlah tes seleksi guna menentukan calon mahasiswa yang diterima. Tes seleksi meliputi tes akademik berupa soal 70% SBMPTN saintek/soshum dan 30% soal PTA/PTS. Seleksi calon mahasiswa dilakukan untuk mendapatkan siswa yang baik untuk diterima.

2. Level C2 (pemahaman) merupakan jenjang proses berpikir yang setingkat lebih tinggi dari ingatan. Butir soal dikatakan mengukur kemampuan proses berpikir pemahaman jika butir soal tersebut tidak hanya meminta pada siswa untuk mengingat kembali tentang segala sesuatu yang telah diajarkan dalam proses pembelajaran tetapi siswa tersebut harus mengerti, dapat menangkap arti dari materi yang dipelajari serta dapat melihatnya dari beberapa segi.

Contoh soal pilihan ganda level C2:

Berikut ini merupakan contoh-contoh pekerjaan:

(1) pembuat tempe

(2) penjual buku

(3) ojek online

(4) asisten rumah tangga

Pekerjaan yang termasuk ke dalam jasa adalah ….

A. (1) dan (2)

B. (2) dan (3)

C. (1) dan (4)

D. (3) dan (4)

Kunci Jawaban : D

Pedoman penskoran:

Skor = B – S/(n-1)

Skor = B – S/(4-1)

Skor = B – S/3

Keterangan:

B = jumlah jawaban benar

S = jumlah jawaban salah


3. Pengolahan hasil belajar Bu Ani:

Kemungkinan 1:

Jawaban benar = 3

Jawaban salah = -1

Nilai Ardi sebenarnya

= 32 x 3 - ( 40 - 32 )

= 32 x 3 - 8 

= 96 - 8 = 88

Nilai Budi sebenarnya

= 29 x 3 - ( 40 - 29 ) 

= 29 x 3 - 11

= 87 - 11 = 76 ( nilai + 1 diatas kkm )


Kemungkinan 2:

Pernyataan bu ani bahwa budi telah memenuhi ketuntasan minimal (KKM) adalah salah.

Karena,

Ardi = 32 butir soal benar dari 40 butir soal

Budi = 29 butir soal benar dari 40 butir soal

Nilai Ardi = 32/40 x 100 = 80

NIlai Budi = 29/40 x 100 = 72.5


Kesimpulan = 

1. Bu Ani benar

Jawaban yang benar bernilai 3 dan jawaban yang salah bernilai -1, jadi nilai Budi hampir tidak memenuhi kkm ( 75 ) dan dia telah memenuhi KKM nya. 

2. Bu Ani salah

karena jika menggunakan sistem pengolahan seperti no 2 (jumlah soal benar/total soal) maka hasilnya Budi tidak lulus KKM.


4. Tingkat kesukaran soal

Jumlah siswa yang menjawab benar ( B ) = 10

Jumlah seluruh siswa ( N ) = 1 + 10 + 20 + 9 = 40

Tingkat kesukaran ( p ) = B / N

Tingkat kesukaran ( p ) = 10/40

Tingkat kesukaran ( p ) = 0,25


Indeks:

 0,00 – 0,29 Soal sukar

 0,30 – 0,69 Soal sedang

 0,70 – 1,00 Soal mudah


Kesimpulan: maka soal termasuk kategori soal sukar dengan tingkat kesukaran 0,25

Tidak ada komentar:

Posting Komentar