NAMA: OKTAVIA NINGRUM
KELAS: PAI E SEMESTER 3
Pengertian kurikulum
Dalam arti sempit atau tradisional, kurikulum sebagai "a course, as a specific fixed course of study, as in school or college, as one leading to a degree." Dalam pengertian ini, kurikulum sebagai sejumlah mata pelajaran di sekolah atau di perguruan tinggi yang harus ditempuh untuk mendapatkan ijazah atau naik tingkat.
Kurikulum dalam pengertian luas/modern bukan sekedar sejumlah mata pelajaran, tetapi mempunyai cakupan pengertian yang lebih luas. Yakni, sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan. Tegasnya, pengertian kurikulum ini mengandung cakupan yang luas, karena meliputi semua kegiatan murid, pengalaman murid, dan semua pengaruh, baik fisik maupun non fisik terhadap pertumbuhan dan perkembangan murid.
Written curriculum dan Hidden Curriculum:
Written curriculum yaitu kurikulum yang tertulis berupa dokumen-dokumen yang berisi progam pembelajaran. Kurikulum tertulis merupakan kurikulum yang sudah disetujui pmerintah. Kurikulum tertulis berfungsi sebagai pengendali untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan. Fungsi pokok dari kurikulum tertulis adalah sebagai mengantara, pengendali dan standar. Implementasi kurikulum dapat diartikan sebagai aktualisasi kurikulum tertulis (written curriculum) dalam bentuk pembelajaran.
Hidden curriculum yaitu kurikulum yang tidak menjadi bagian untuk dipelajari, yang secara lebih rinci digambarkan sebagai berbagai aspek dari sekolah di luar kurikulum, tetapi mampu memberikan pengaruh dalam nilai, persepsi, dan perilaku siswa. Kurikulum Tersembunyi (Hidden Curricullum) secara umum dapat dideskripsikan sebagai hasil (sampingan) dari pendidikan dalam latar sekolah atau luar sekolah, khususnya hasil yang dipelajari tetapi tidak secara tersurat dicantumkan sebagai tujuan. Kurikulum tersembunyi juga dapat merujuk pada transmisi norma, nilai, dan kepercayaan yang disampaikan baik dalam isi pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan adanya interaksi sosial.
Asas-asas Kurikulum:
a) Landasan Filosofis: Pandangan-pandangan filsafat sangat dibutuhkan dalam pendidikan terutama dalam menentukan arah dan tujuan pendidikan
b) Landasan psikologis: Pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh asumsi-asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi kajian tentang perkembangan peserta didik serta bagaimana peserta didik belajar.
c) Landasan sosial budaya: Pendidikan diharapkan dapat lebih mengerti dan mampu membangun kehidupan masyakatnya. Oleh karena itu, tujuan, isi, maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, karakteristik, kekayaan dan perkembangan yang ada di masyakarakat.
d) Landasan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK): Kurikulum seyogyanya dapat mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga peserta didik dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan.
Prinsip Kurikulum:
a) Prinsip relevansi
Prinsip relevansi adalah keserasian pendidikan dengan tuntutan masyarakat, pendidikan dikatakan relevan jika hasil pendidikan tersebut berguna bagi masyarakat.
b) Prinsip fleksibilitas
Kurikulum hendaknya memiliki sifat lentur dan fleksibel. Hal ini berarti dalam penyelenggaraan proses dan program pendidikan harus di perhatikan kondisi perbedaan yang ada dalam diri peserta didik
c) Prinsip kontinuitas
Kurikulum sebagai wahana belajar yang dinamis perlu dikembangkan terus menerus dan berkesinambungan. Kesinambungan dalam pengembangan kurikulum menyangkut saling berhubungan antara tingkat dan jenis program pendidikan atau bidang studi.
d) Prinsip praktis
Kurikulum memiliki prinsip praktis dimana kurikulum mudah dilaksanakan, menggunakan alat-alat sederhana dan biayanya juga murah. Prinsip ini juga disebut prinsip efisiensi
e) Prinsip efektivitas
Efektivitas dalam kegiatan berkenaan dengan sejauh mana apa yang direncanakan dan diinginkan dapat dilaksanakan atau dapat dicapai.
Generasi Z lebih menyukai gadget daripada buku. Maka sebagai seorang guru, tentunya wajib mengarahkan peserta didik agar bijaksana dalam menggunakan teknologi. Ada buku elektronik yang bisa diakses di hp ataupun laptop, aplikasi pengembangan otak seperti quiziz, brainly, dan lain-lain. Banyak akun media sosial yang membagikan tips-tips belajar dan beasiswa. Tentu penggunaan gadget sebenarnya tidaklah seburuk itu.
6 fungsi kurikulum sebagai berikut: (a) fungsi penyesuaian, (b) fungsi integrasi, (c) fungsi diferensia-si, (d) fungsi persiapan, (e) fungsi pemilihan, dan (f) fungsi diagnostik.
3 peranan Kurikulum yang dinilai sangat penting, yaitu: (a) peranan konser-vatif, (2) peranan kreatif, dan (3) peranan kritis/evaluatif (Oemar Hamalik, 1990).
RESUME MATERI KURIKULUM:
- Kurikulum merupakan suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar-mengajar dibawah bimbingan dan tanggungjawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya.
- Kurikulum memiliki empat unsur pokok yaitu: tujuan, isi pelajaran dan metode, evaluasi dan umpan balik. Perubahan salah satu unsur atau aspek itu akan menimbulkan perubahan pula pada unsur atau aspek lainnya.
- Sebagai alat pendidikan, kurikulum mempunyai komponen-komponen penunjang yang saling mendukung satu sama lain, diantaranya: komponen tujuan, komponen si dan struktur program/materi, komponen media/sarana-prasarana, komponen strategi belajar mengajar, komponen proses belajar mengajar, dan komponen evaluasi/penilaian.
- Fungsi kurikulum dalam proses pendidikan menjadi alat untuk mencapai tujuan pendidikan.
- Kurikulum sebagai program pendidikan yang telah direncanakan mengemban peranan yang sangat penting bagi pendidikan. Peranan kurikulum yang dinilai sangat pokok atau krusial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar